Jumat, 30 April 2010

Saksi Mata Ledakan Duren Sawit Dengar Bunyi Sangat Keras

Meteor Duren Sawit, Saksi mata ledakan yang menghancurkan tiga rumah di Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (29/4), Bertina Manurung, mengaku saat kejadian ia mendengar bunyi ledakan yang sangat keras.

Saat kejadian sekitar pukul 16.15 WIB, ia sedang berada di halaman depan rumahnya yang hanya berjarak dua rumah dari kediamannya. "Saya dengar bunyi dengung keras, dan tiba-tiba suara ledakan sangat kencang," ujar Bertina.

Ia pun sempat masuk ke dalam rumah karena panik. "Tidak lama saya ke luar dan lihat rumah Pak Sudarmojo yang hancur," katanya. Tapi ia mengaku tidak melihat api. "Saya masuk ke dalam asapnya tebal banget, "akunya. Sebelumnya ia sempat mengira itu kebakaran, dan sempat kembali ke rumahnya untuk mengambil surat-surat penting miliknya.

Berdasarkan pantauan Tempo, atap rumah milik Sudarmojo yang beralamat di Jalan Delima VI Nomor 31 RT 01 RW 05 Malakasari, Duren Sawit, nyaris runtuh. Yang tersisa adalah kerangka atap yang sudah tidak tertutupi genteng lagi. Hampir seluruh benda di dalam ruangan di rumah Sudarmojo juga hancur. Puing-puing pecahan kaca dan genteng terlihat berhamburan di dalam dan di luar rumah.

Sementara dua rumah di sebelah kiri dan kanan Sudarmojo yaitu milik Tati (rumah nomor 21) dan Kusnadi (rumah nomor 27) juga mengalami kerusakan yang serupa di atap kediaman mereka. Hanya kerusakan rumah tidak separah Sudarmojo. Sampai saat ini warga masih terlihat mengerumuni lokasi kejadian.

Kejatuhan meteor ini tak seberapa parah dibandingkan dengan dengan yang jatuh di Bone, Sulawesi Selatan, 8 Oktober 2009. Seperti diketahui, meteor itu meledak di angkasa dengan suara keras dan jatuh dan hilang di Laut Bone. LAPAN memperikirakan meteor Bone itu berdiameter 5–10 meter. Kecepatan jatuh meteor Bone sekitar 20.3 kilometer/detik atau 73.080 kilomete/jam. Bandingkan dengan kecepatan pesawat penumpang yang cuma 900 kilometer/jam

Dengan kecepatan itu jangan heran bila meteor terbakar saat masuk atmosfer dan menimbulkan ledakan besar. Ledakan tersebut bahkan dideteksi oleh 11 stasiun pemantau nuklir. Pusat jatuhnya meteor Bone berada di sekitar lintang 4,5 LS, 120 BT, sekitar pukul 11.00 WITA.

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright by Website Informasi Batam  |  SEO by Blogspot tutorial Support JAVA'S GROUP